Running to the VISION

…That’s what friends are for…

I Lost My creDit caRd

Sabtu, 24 Mei 2008 bisa dikatakan aku mendapat cobaan yang luar biasa. Ya,,aku kehilangan kartu kreditku hari itu bahkan tidak hanya hilang saja, namun udah sempat digunakan orang lain sebelum aku memblokir nya.

Sabtu pagi itu aku memang berencana pergi ke TP sama teman2 mau potong rambut sekaligus jalan-jalan. Sekitar jam 13.00 WIB, kami tiba di TP. Hal yang dilakukan pertamakali adalah potong rambut di Jhony Andrean TP1, setelah itu melepas dahaga di food court baru dekat studio XXI. Tidak lama kemudian, kami melanjutkan jalan2 kami ke Matahari Department Store buat nyari sandalku, namun setelah sekian lama tidak kunjung ketemu juga yang pas di hati. Akhirnya kami mencoba mencari di SOGO, tidak sia-sia, aku temukan juga yang pas di hati. Karna kebetulan aku tidak membawa uang tunai, akhirnya mau membayar menggunakan Kartu kreditku, Namun apa yang terjadi, aku bingung setengah mati, kenapa kok kartu kredit itu tidak ada di dompetku. Sempat seh merasa, mungkin ketinggalan, meski merasa tidak mungkin, karna kartu tersebut tidak pernah aku keluarkan dari dompetku selain saat mau menggunakannya. Temanku spontan mengatakan bahwa itu udah hilang, jd menyuruhku untuk segera memblokirnya. Alhasil aku membayar sandalku tadi dengan meminjam punya kawan dulu.

Begitu transaksiku selesai di SOGO, aku segera mencari tahu Card Center Number dari Bank Mega. Begitu aku dapat, segera aku hubungi nomor tersebut untuk melakukan pemblokiran. Saat proses itulah aku mengetahui bahwa transaksi terakhir yang masuk sistem terjadi pada tanggal 24 Mei 2008, di Orchid Fashion sebesar Rp. 1.300.000,-, SPONTAN AKU KAGET MENDENGARNYA, karna aku tidak pernah melakukannya. Namun apa mau dikata, semuanya sudah terjadi begitu cepat, siap tidak siap aku harus bisa terima. Aku mencoba menenangkan diriku, meski susah banget. Mungkin untuk orang lain, itu jumlah yang tidak begitu besar, tapi bagiku itu berarti banget. Namun karena aku sadar, tidak ada gunanya penyesalan, So aku mencoba mengambil hikmahnya saja.

Sampai saat ini aku tidak tahu kartu tersebut hilangnya dimana. Kemungkinan tempat aku mengeluarkan dompetku adalah di Parkiran TP (mengeluarkan STNK), Salon Jhony Andrean (bayar salon), di Dapur Desa food court (bayar minuman). Selain itu tidak ada lagi, selain di SOGO saat aku mengetahui kehilangan kartuku. Namun masih tidak masuk akal juga, bagaimana bisa kartu itu jatuh dari dompetku, sementara kartu tersebut aku selipkan di tempatnya bersama ATM Card, SIM Card, dan beberapa Name Card, yang nota bene masih utuh di tempatnya. Tempat uang dan STNK pun berbeda dengan tempat Card. Tapi ya sudahlah, tidak perlu lagi dipusingkan. Semoga orang yang mendapatkannya diampuni, sudah menggunakan yang bukan miliknya dengan semena-mena. Semoga pakaian yang kamu beli bisa membuatmu bahagia.

Dalam hidup, kita tidak akan pernah terlepas dari beragam ujian-ujian, baik itu kecil bahkan kadang yang membuat kita merasa tidak mampu menerimanya. Namun satu hal, semuanya itu tidak terjadi begitu saja untuk hanya membuat kita stress, jika kita lebih peka terhadap satu perkara, engkau akan mendapatkan hikmahnya.

Dari kejadian di atas aku mendapatkan hikmah begini:

1. Hati-hati terhadap barang anda, apalagi credit card yang sangat mudah untuk digunakan orang lain.

2. Tidak usah pake kartu kredit, karena membuat kita semakin boros.

Semoga ceritaku diatas boleh mendapatkan makna bagi teman2 semua untuk lebih berhati-hati. God bless you all.

May 27, 2008 - Posted by regar07 | Pengalaman hidup | | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment