Running to the VISION

…That’s what friends are for…

Failed pass BPK’s second test

Jumat, 30 Mei 2008, Jam 09.00 WIB, aku dapat SMS dari temanku Tito, memberitahukan kalo pengumuman BPK udh keluar, begini isinya: “Ven.. Hsl BPK da kluar.. Congratz.. U have to stay in Sby. God wants u to learn more here.. God blezz”. Dari isi SMS itu aku tau kalo aku tidak lulus ujian BPK tahap yg kedua. Setelah menunggu hampir 2 bulan, pengumuman tahap II baru keluar.

Syukurlah, penantian panjang itu terjawab sudah, meski tidak sesuai dengan yang dipikirkan, paling tidak aku sudah melakukan yang terbaik. Orangtua dan semua keluargaku pun turut mendoakan supaya aku boleh lulus, namun betul apa yang Dia katakan lewat firman-Nya:

Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.(Ams. 16:9)”

Tahap pertama yang aku lalui dengan saingan ratusan orang alumni T.komputer/informatika se-Indonesia, sungguh membanggakan aku bisa melaluinya dengan baik. 2 hari tahap pertama dengan mengujikan English, B.Indonesia danTPA dari BAPPENAS yang tergolong standar nasional, namun Puji Tuhan aku bisa lulus. Dari 768 peserta ujian TK, lolos sekitar 140 org.

Pada Tahap kedua, dengan psikotest dari LPTUI. Dan hari berikutnya dilanjutkan Tahap Diskusi dan Wawancara. Meski harus tidur di RS, nungguin adik yg lg sakit, dengan jam tidur yg ga jelas, mata masih ngantuk-ngantuk, aku harus mengikutinya. Sampe di ruang ujian, aku hampir tertidur menungguin dimulai, saking ngantuknya, aku lari ke bawah untuk mencari segelas kopi. Tapi tidak ada yang jual kopi, aku coba nanya sama Ibu yang waktu itu jualan bakso di sekitar situ, ternyata temannya si bapak tukang jual bakso satu lagi sedang buat kopi untuk diminumnya, namun karna ibu ini iba lihat aku, dia meminta bapak yg tadi untuk memberikan kopinya samaku. Spontan aku langsung meminumnya, setelah selesai aku ngucapkan terima kasih banyak sama mereka berdua, trus mereka jawab “Iya nak, Semoga lulus ya!” ternyata di dunia yang kacau balau ini, masih ada orang baik seperti mereka. Salut buat mereka berdua. Aku pun segera berlari ke lt, 3 (ruang ujian) untuk mengikuti ujian, untung saja belum dimulai.

Meski janji dari panitia bahwa pengumuman akan keluar sebulan kemudian, namun sebulan penuh sudah habis pengumuman tak kunjung keluar. Hampir 2 bulan, tertanggal 29 Mei, pengumuman Tahap kedua baru keluar, dan NAMAKU TIDAK ADA. uh,,,, Ada perasaan kecewa, sedih, dan semuanya campur aduk. Untunglah, I have some good friends in this world. Dan sekarang aku mau mengerti, bahwa rencanaku bukanlah rencana-Nya, jalanku bukanlah jalan-Nya, yang pasti semuanya indah pada waktunya, meski manusia tidak dapat menyelami pekerjaan-Nya (Pengk. 3:11).

Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya..[Yer. 10:23]

Semoga tulisan ini menguatkan saudara yang punya beban yang sama. Tuhan memberkati!!!

May 30, 2008 Posted by regar07 | Uncategorized | | 2 Comments

I Lost My creDit caRd

Sabtu, 24 Mei 2008 bisa dikatakan aku mendapat cobaan yang luar biasa. Ya,,aku kehilangan kartu kreditku hari itu bahkan tidak hanya hilang saja, namun udah sempat digunakan orang lain sebelum aku memblokir nya.

Sabtu pagi itu aku memang berencana pergi ke TP sama teman2 mau potong rambut sekaligus jalan-jalan. Sekitar jam 13.00 WIB, kami tiba di TP. Hal yang dilakukan pertamakali adalah potong rambut di Jhony Andrean TP1, setelah itu melepas dahaga di food court baru dekat studio XXI. Tidak lama kemudian, kami melanjutkan jalan2 kami ke Matahari Department Store buat nyari sandalku, namun setelah sekian lama tidak kunjung ketemu juga yang pas di hati. Akhirnya kami mencoba mencari di SOGO, tidak sia-sia, aku temukan juga yang pas di hati. Karna kebetulan aku tidak membawa uang tunai, akhirnya mau membayar menggunakan Kartu kreditku, Namun apa yang terjadi, aku bingung setengah mati, kenapa kok kartu kredit itu tidak ada di dompetku. Sempat seh merasa, mungkin ketinggalan, meski merasa tidak mungkin, karna kartu tersebut tidak pernah aku keluarkan dari dompetku selain saat mau menggunakannya. Temanku spontan mengatakan bahwa itu udah hilang, jd menyuruhku untuk segera memblokirnya. Alhasil aku membayar sandalku tadi dengan meminjam punya kawan dulu.

Begitu transaksiku selesai di SOGO, aku segera mencari tahu Card Center Number dari Bank Mega. Begitu aku dapat, segera aku hubungi nomor tersebut untuk melakukan pemblokiran. Saat proses itulah aku mengetahui bahwa transaksi terakhir yang masuk sistem terjadi pada tanggal 24 Mei 2008, di Orchid Fashion sebesar Rp. 1.300.000,-, SPONTAN AKU KAGET MENDENGARNYA, karna aku tidak pernah melakukannya. Namun apa mau dikata, semuanya sudah terjadi begitu cepat, siap tidak siap aku harus bisa terima. Aku mencoba menenangkan diriku, meski susah banget. Mungkin untuk orang lain, itu jumlah yang tidak begitu besar, tapi bagiku itu berarti banget. Namun karena aku sadar, tidak ada gunanya penyesalan, So aku mencoba mengambil hikmahnya saja.

Sampai saat ini aku tidak tahu kartu tersebut hilangnya dimana. Kemungkinan tempat aku mengeluarkan dompetku adalah di Parkiran TP (mengeluarkan STNK), Salon Jhony Andrean (bayar salon), di Dapur Desa food court (bayar minuman). Selain itu tidak ada lagi, selain di SOGO saat aku mengetahui kehilangan kartuku. Namun masih tidak masuk akal juga, bagaimana bisa kartu itu jatuh dari dompetku, sementara kartu tersebut aku selipkan di tempatnya bersama ATM Card, SIM Card, dan beberapa Name Card, yang nota bene masih utuh di tempatnya. Tempat uang dan STNK pun berbeda dengan tempat Card. Tapi ya sudahlah, tidak perlu lagi dipusingkan. Semoga orang yang mendapatkannya diampuni, sudah menggunakan yang bukan miliknya dengan semena-mena. Semoga pakaian yang kamu beli bisa membuatmu bahagia.

Dalam hidup, kita tidak akan pernah terlepas dari beragam ujian-ujian, baik itu kecil bahkan kadang yang membuat kita merasa tidak mampu menerimanya. Namun satu hal, semuanya itu tidak terjadi begitu saja untuk hanya membuat kita stress, jika kita lebih peka terhadap satu perkara, engkau akan mendapatkan hikmahnya.

Dari kejadian di atas aku mendapatkan hikmah begini:

1. Hati-hati terhadap barang anda, apalagi credit card yang sangat mudah untuk digunakan orang lain.

2. Tidak usah pake kartu kredit, karena membuat kita semakin boros.

Semoga ceritaku diatas boleh mendapatkan makna bagi teman2 semua untuk lebih berhati-hati. God bless you all.

May 27, 2008 Posted by regar07 | Pengalaman hidup | | No Comments Yet